Uncategorized

[REVIEW] Demian – Hermann Hesse, Terjemahan Indonesia Oleh December Daisy

Judul: Demian

Pengarang: Hermann Hesse

Tebal: 326 hal+ xii; 13x 19 cm

ISBN: 978-602-60332-7-7

Penerbit: Mata Aksara

Penerjemah: December Daisy

Blurb:

Akhir-akhir ini banyak orang yang tidak memahami apa itu manusia. Ada beberapa orang yang merasakannya, karena itulah ia mati dengan lebih mudah, seperti halnya aku yang akan mati dengan lebih mudah setelah kisah ini selesai dituliskan.

Aku tidak memiliki hak untuk menyebut diriku seseorang yang mengetahui. Aku adalah seseorang yang mencari, dan masih mencari diantara bintang-bintang ataupun buku-buku. Aku memulainya dengan mendengarkan ajaran dari denyutan di dalam aliran darahku. Ceritaku tidaklah manis dan penuh harmoni seperti kisah-kisah yang diciptakan. Ceritaku terasa bodoh dan membingungkan, penuh dengan kegilaan dan mimpi, seperti hidup semua orang yang tidak lagi ingin berbohong pada dirinya sendiri.

First impression, aku lihat cover novel ini cukup mengesankan dan yaa.. I think its worth it for “Pemenang Hadiah Nobel Sastra” book. Jangan lupakan blurb yang membuatku sedikit bertanya apa yang Emil Sinclair cari, sebodoh dan sepahit apakah kisah orang yang ingin keluar dari zona nyamannya. So, here we go..

Emil Sinclair,  anak yang berusia 10tahun dan berusaha mencari jati diri. Kisah ini bermula saat Sinclair  masih duduk di Sekolah Dasar dan merasa bahwa dunia mempunyai dua kutub kehidupan yang bersisian. Dunia pertama yang dapat Sinclair lihat adalah kehidupan yang manis, harmonis, penuh kasih, dan Ia merasa keluarganya hidup di dunia ini. Ayah dan ibu yang terpelajar dan membawa keluarga Sinclair hidup dalam kidung pujian, merayakan natal bersama, dan hal-hal  yang sangat membuatnya terasa hangat. Dari sisi ini, Sinclair kecil juga dapat melihat kutub lain dari dunianya, pada kutub ini kehidupan terasa pahit, penuh kekerasan, amarah, pada dunia ini kita dapat mendengar bahwa pemabuk dan pembunuh itu sangat jelas keberadaannya. Bahkan wanita-wanita yang bertengkar pun ikut masuk kedalam dunia ini.

Semuanya terasa benar, sampai suatu ketika Sinclar hanyut dalam arus kehidupan Franz Kromer. Ia takut pada Kromer, rasa takutnya sangat kuat daripada rasa takut yang Ia punya kepada ayahnya. Demi bertahan dan melindungi dirinya, Ia salah dalam menapakkan pondasi dari cerita yang Ia buat di depan Kromer. Ia berbohong untuk melindungi dirinya sendiri. Tetapi, Kromer adalah si tokoh jahat dalam kehidupan Sinclair. Kromer terus mengancam kehidupan Sinclair dengan kebohongan yang Sinclair buat. Ini salahnya, karena yang Ia lakukan adalah berteman dengan iblis.

Dosaku bukanlah sebuah aksi tertentu, dosaku adalah mengulurkan tanganku kepada sang Iblis. Mengapa aku mengikutinya? (Page 26)

Kehangatan yang diberikan keluarganya sangat menyesakkan. Sinclair merasa dia telah melakukan penyelewengan, pengkhianatan dan hal yang terdapat pada dunia yang mempunyai kutub gelap. Ia merasa dirinya sedikit demi sedikit mulai hancur. Bahkan pujian dari kidung agung dan doa keluarga pun tidak dapat menghangatkan dirinya.

Max Demian, merupakan tokoh yang mengambil peran besar dalam proses kehidupan Sinclair. Demian memiliki pemikiran yang luar biasa, Sinclair larut dalam cara Demian melihat dunia. Demian menyelamatkan Sinclair dari kehidupan kelamnya dan Sinclair kembali merasakan terang dunia, lalu Sinclair menjauhi Demian karena baginya Demian merupakan bagian dari kejadian dunia kelam tersebut.

Waktu terus berjalan dan kehidupan Sinclair dihadapkan oleh lika-liku remaja dengan garis rumit yang membawanya kembali bertemu dengan Demian. Kehidupan menarik kembali menyapa Sinclair.

Dengan segala lika-liku dan dengan segenap waktu yang terus berjalan, Hermann Hesse membawa kita melihat kehidupan Sinclair bersilangan dengan tokoh-tokoh lain seperti Frau Eva, Beatrice, Knauer, Pistorius hingga pemikiran-pemikiran baru mengenai Abraxas.

Well, melalui buku ini aku tersanjung. Pola pikirku ikut bermain. Aku salut dengan Penerjemah as known as Kak Daisy, dengan cantiknya membuat buku ini menjadi begitu menarik. Menurutku, walaupun buku ini telah diterjemahkan, sama sekali tidak menghilangkan kesanku terhadap buku ini.

Buku ini juga membuatku berulang kali bergumam “I got it” karena mendapat pencerahan tentang lika-liku teori yang BTS gunakan. I give my all thumbs to Rapmonster, he’s so great. Rapmonster sangat tepat memilih konsep ini sebagai konsep comebacknya.

Kak Daisy sangat membantuku, semua terasa semakin jelas dengan adanya gambar yang dimuat dari Intro: Boy Meets Evil, and of course the lyrics. Jhope berhasil menunjukkan keinginan kuat yang harus dicapai walaupun hal itu membuatnya jatuh ke dalam jerat evil. Seperti lirik yang kita tahu “too bad, but it’s too sweet”.

Buku ini diperlengkap dengan panduan membaca dengan dimudahkan oleh pendeskripsian karakter dan pertanyaan untuk paduan membaca.

Menampilkan P_20170330_204931.jpg

Jika kalian tertarik untuk membaca buku ini, terutama bagi kalian para ARMY, bisa langsung contact:

Instagram: shoppurpleland

Twitter: Purplelandshop

Line: @fsk5729i

atau langsung isi form: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLScin0KTU_AKMPd-96BEvu09xa7Y7I7LGAMyOllww_x6wD8WOQ/formResponse?chromeless=true

#GADemianPurpleLand

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s